Field Report PKMF MIPA 1 2018

Evolusi Pendidikan

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah “dosa” setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”
― Anies Baswedan

Alhamdulillahirrabilalamin, lagi,lagi, dan lagi saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk mendatangi agenda kebaikan yang inshaallah membawa banyak manfaat dan inshaallah juga akan membawa banyak berkah. Agenda kebaikan ini adalah PKMF 1 yang telah dilaksanakan pada Rabu,25 April 2018 pukul 15.30 s.d. 17.30.

pkmf 1

Tema yang didiskusikan kali ini adalah tentang “Pendidikan Kontemporer” atau bahasa gaulnya adalah Pendidikan Zaman Now. Pemateri pada kali ini tidak kalah seru dan sangat memotivasi dalam membangkitkan semangat untuk memperjuangkan Pendidikan yang lebih baik, beliau adalah Kak Rakha Ramadhana mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Jakarta tahun 2017. Bukan hanya akademik yang oke, beliau juga sangat aktif berorganisasi, amanah beliau sekarang sebagai Kepala Departemen Kominfo BEM Universitas Negeri Jakarta.


pkm1,2

Sebelum membahas tentang materi yang telah disampaikan Kak Rakha, apa sih sebenarnya arti “Pendidikan” menurut KBBI?

  • Pendidikan/pen·di·dik·an/n proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.

Nah, di Indonesia sendiri, sistem pendidikan diatur dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nasional adalah pendidikan berdasarkan pancasila. Dasar dari sistem pendidikan nasional ini diatur dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 3.

Membicarakan tentang Pendidikan, bukan hanya kemerdekaan saja yang menjadi hak segala bangsa. Pendidikan juga seharusnya menjadi hak segala bangsa tanpa memandang si kaya dan si miskin atau si putih dan si hitam. Karena bangsa yang berpendidikan, kelak tidak mudah diperdaya atau dijajah oleh bangsa lain. Tentu kita juga harus memahahami tentang Urgensi Pendidikan . Kalo gitu, apa aja sih Urgensi Pendidikan itu?

  1. Memberikan pengetahuan

Apapun background kita, jangan pernah malu jadi pendidik. Sebab, ilmu akan lebih bermanfaat jika kita bisa membagikanya kepada orang lain. Karena ilmu adalah salah satu yang terus mengalir walaupun pemberi ilmu sudah tidak ada lagi.

  1. Karir Pekerjaan

Memang kebanyakan orang berpikir bahwa tujuan mereka mengenyam Pendidikan setinggi-tingginya agar mendapat pekerjaan dengan upah setinggi-tingginya juga. Namun bukan disitu esensi dari mengenyam Pendidikan. Pendidikan memang perlu diperjuangkan, tapi bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk dibagikan ke orang lain.

  1. Membangun karakter

Sesuai dengan pengertian Pendidikan menurut KBBI, Pendidikan mengajarkan kita untuk menjadi dewasa. Bukan hanya usia yang semakin bertambah, pola pikir juga harus berubah menjadi dewasa.

  1. Pencerah kehidupan
  2. Kemajuan bangsa

Sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea IV yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Apakabar Pendidikan di Indonesia? Sudah Baikkah?

Nyatanya Pendidikan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Masih perlu pengkajian ulang mengenai sistem dan juga lain-lainnya. Berikut ini beberapa peyebab terpuruknya Pendidikan di Indonesia :

  1. Wilayah negara luas

Karena wilayah negara Indonesia yang luas sehingga menyebabkan wilayah-wilayah terpencil sulit untuk dijangkau.

  1. Sarana dan Prasana kurang memadai

Perbedaan Pendidikan di kota besar dan Pendidikan di kota kecil adalah Pendidikan di kota-kota besar sarana dan prasarananya begitu diperhatikan oleh pemerintah, namun Pendidikan di kota kecil kurang diperhatikan, bahkan bisa dikatakan tempat untuk mengenyam Pendidikan banyak yang masih belum layak.

  1. Tidak meratanya Pendidikan di Indonesia

Mengenyam Pendidikan di kota-kota besar yang notabene -nya orang-orang yang mampu, mudah didapatkan. Namun, bagi orang-orang yang berada di kota kecil mungkin ungkapan “Sekolah Gratis” itu hanya mimpi belaka.

  1. Malas

Faktor Internal yang menjadi masalah bagi orang-orang yang memiliki rasa keingintahuan yang rendah dan tidak peduli dengan masa depan Pendidikan selanjutnya.

“Bersungguhlah kamu dalam menuntut ilmu, jauhilah kemalasan dan kebosanan kerana jika demikian engkau akan berada dalam bahaya kesesatan.”
―Abu Hamid Al-Ghazali

Lalu, apa kabar Pendidikan Zaman Now?

Dewasa ini, teknologi sudah mulai menguasai berbagai sudut kehidupan, juga dalam hal Pendidikan. Teknologi telah berkembang begitu cepat, karena itulah sekarang siapapun bisa mengakses Pendidikan dengan cepat, dimanapun, dan kapanpun itu. Kita tidak harus membeli buku di toko buku ataupun meminjam buku di perpustakaan, sekarang kita bisa mudah mem-download buku (e-book) dengan hanya bermodal laptop/smartphone dan koneksi internet. Sekarang juga sudah banyak sekolah-sekolah di luar negeri yang menggunakan sistem E-Learning, contohnya adalah Khan Academy.

Sekarang juga sedang hangat-hangatnya isu Pendidikan di Indonesia yaitu tentang pemerintah yang akan menerapakan “Student Loan” yaitu sistem kredit Pendidikan yang menawarkan peminjaman uang yang digunakan untuk membiayai Pendidikan maupun kebutuhan belajar, termasuk kebutuhan hidup selama belajar. Negara yang sudah menjalankan system ini adalah Amerika Serikat, Inggris, Denmark, Kanada dan Swedia. Isu Pendidikan yang lainnya adalah Kemenristekdikti yang mengadakan nonton bareng film Dilan dan Yo Wes Ben pada 2 mei mendatang yaitu pada hari Pendidikan Nasional.

Dalam penyampaian materi ini, Kak Rakha juga menayangkan video yang sangat bagus. Yaitu video seseorang yang berbicara menuntut sistem Pendidikan. Dimana perkembangan teknologi selalu berubah setiap waktu, namun tidak berlaku pada Pendidikan. Saya sangat merekomendasi video ini khususnya kepada calon pendidik . Vidio ini bisa dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=-7Fjqhm1Es4

Video juga berisi tentang bagaimana sistem pendidikan justru menghancurkan kreatifitas dan kepercayaan bahwa setiap orang adalah GENIUS.

Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa anda gunakan untuk mengubah dunia

-Nelson Mandela

Cukup sekian field report dari saya, kesalahan datangnya dari saya dan kebenaran sejatinya hanya milik Allah SWT. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa menjadi ilmu yang membawa banyak berkah dan manfaat bagi saya pribadi dan orang lain. Aamiin.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

#PKMFMIPA2018

#FMIPAKITA

#Kreatif_Inisiatif_Aktif

#HidupMahasiswa

#HidupRakyatIndonesia

#HidupPendidikanIndonesia

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s